Power of Think
Sambil menunggu adik yang sedang mendaftar masuk universitas yg sama dengan saya, saya ngobrol-ngobrol dengan seorang lelaki muda,tinggi,tampan penampilannya rapi kira-kira 25 tahunan.setelah ngobrol basa-basi laki-laki itu mulai bertanya “mau daftarin adiknya juga?”Tanyanya. “iya”jawabku. “kamu kuliah disini juga?”.”iya”.q jawab sekenanya. ”kamu dapat beasiswa?”.”iya pak, kenapa?” aku mulai penasaran ngapain kok tanya gitu.
”belajar yang giat ya dek kalo mau jadi orang sukses, disiapkan mulai dari sekarang, biaya itu perkara mudah asal kita mau berusaha”
”iya pak insyaAllah, saya kadang-kadang juga ngasi les privat”
”wah bagus, saya dulu waktu kuliah juga nyambi kerja”
saya jawab dengan senyum kecil.cukup lama diam aku iseng-iseng tanya.
”kalo boleh tahu dulu kuliah dimana pak ?”
”di ITB jurusan teknik material”
Wah hebat, mulai penasaran aku tanya lagi ”sekarang kerja dimana pak?”.
”ngajar disini juga tapi jurusan teknik mesin”
Wah ternyata orang muda ini jadi dosen di universitas yang sama denganku cuma beda jurusan.
”terus ambil S2-nya disini ya pak ?”
”ndak, saya S2 dari beasiswa di jerman. Habis pulang dari jerman saya ngajar disini”
“Subhanallah hebat ya pak, anda masih sangat muda tapi sudah jadi dosen, lulusan jerman lagi”
“waktu kuliah dulu saya kira saya orang paling bodoh sekelas karena saat tes penerimaan mahasiswa saya diterima dengan rangking yang paling bawah, tapi karena tekad saya untuk kuliah di ITB saya harus bisa bertahan agar tidak di DO gara-gara nilai IP jelek, disamping terbawa oleh lingkungan saya yang kebanyakan anak-anak rajin. saya sendiri tidak mengira bahwa saya akan jadi seperti sekarang ini, tapi ini masih belum apa-apa masih banyak mimpi yang ingin saya raih ”
Laki-laki muda itu pun bercerita tentang kehidupan jerman.cukup lama bercerita akhirnya adik saya datang dan kita pun pamitan.
Pertemuan yang singkat tapi sangat berkesan buat saya, yang memang agak takut bila bermimpi terlalu tinggi yang seolah-olah terkurung oleh pikiran sendiri. Saya acungkan empat jempol untuk bapak tadi yang punya kekuatan mimpi, pikiran dan tekad yang hebat yang bisa membuatnya melompat tinggi.
Agaknya saya harus belajar banyak dari semangat belalang yang bisa melompat lebih tinggi gara-gara terkurung dalam sebuah kotak hingga akhirnya bisa keluar.
Kadang-kadang saya sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat saya terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan semua potensi. Lebih sering saya mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada saya tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah saya selemah itu? Lebih parah lagi, saya acap kali lebih memilih di dalam kotak itu daripada harus keluar.
Sekarang saya mengerti bahwa gajah yang sangat kuat bila diikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…
Let’s go guys.we will can get all of our dream if we think we can… chayo…chayo..!!!!!!!!!!!
Renungan untuk kita:
Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda?
Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.
Don’t forget to give me advice , comment or critics yach.!!!
Uncategorized | Comment (0)Alhamdulillah semester 6 berakhir juga
Wuiiih, Thank you banget Ya Allah…akhirnya libur sudah di depan mata. masa-masa berat semester 6 berakhir juga sekarang tinggal tunggu babak baru semester 7 yang sepertinya akan lebih berat lagi, (semester 7 = semester pemanasan Tugas Akhir) tapi paling ga’ aq dah belajar banyak hal di semester 6 ya itung –itung buat persiapan, kan kalo ga ada masalah juga ga’ seru ,masalah kan sama dengan tantangan, n tantangan kan sama dengan pelajaran.So, makin banyak masalah aq jadi makin pinter dech….hehehe..Amin. Ada banyak hal di semester 6 yang very unforgetable for my life , saya coba tulisin disini sedikit pelajaran hidup ini biar bisa ke ingat terus n moga juga bisa diambil hikmah buat yang lain.
1.Awal semester mesti ngejar kekurangan ilmu jaringan komputer n mesti belajar sama yang lain, wah mesti sabar, melek’an, nge-lab, dicuekin, diejek n disuruh belajar ini itu sama senior n temen-temen yang memang lebih paham jaringan komputer. Alhamdulillah Sekarang sudah lumayan jaringan komputernya. Makacie banyak bwt temen –temen n para senior sudah mau berbagi ilmu. Sekalian sambil nambah ilmu aq juga bisa nambah sabar…Amin.
*****belajar dari pengalaman waktu bermain masa kecil, Mula-mula anak bawang , lalu diolok-olok bahkan dimusuhi tapi akhirnya kita yang jadi pemenang..horeeee
2.Tengah semester lebih banyak habisin tenaga n airmata…hiks..hiks. waktu dekat-dekat Ujian tengah semester, deadline pengumpulan judul tugas akhir, tugas-tugas kuliah n proyek tengah semester juga banyak, belum lagi ada beberapa amanah di LBB juga di kampus plus masalah di rumah, Sahabat kecilq mulai jadi boomerang (dari umur 13 th) agaknya beliau mulai ga’ betah sama semua kegiatanq n merasa di cuekin..aq sudah berusaha jelasin tapi sepertinya belum bisa bener-bener diterima. Kiriman email, testimonial di FS, sms-sms n dll yang q rasain seperti terror n ga sedikit habisin airmata mulai datang bahkan meski aq sudah minta maaf dan sudah berusaha baikan terror itu masih q rasain sampai sekarang.tapi gara-gara dia tinggalin aku sekarang jadi mandiri..hehehe.
Saya sudah berusaha lakukan yang terbaik pada setiap goresan tingkah laku yang saya lakukan namun bila memang masih terdapat kesalahan itu adalah kelemahan saya sebagai manusia biasa,saya kan berusaha perbaiki dan hasilnya saya serahkan pada ALLAH saja, karena hanya Dialah yang memiliki penghapus yang bisa menghapus dan membenarkan kesalahan saya.
Allah hanya memberikan saya hanya sekeping hati, Rugi sekali rasanya kalo sekeping hati ini sampai hancur karena saya buat membenci orang lain. So positive thinking aja.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang”
**Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci
Sebuah senyuman yang tak pernah pudar
Sebuah sentuhan yang tak pernah menyakiti
Dan kasih sayang yang tak kan pernah berakhir**
3.Di akhir semester, dengan face aku n teman-teman kelas yang sudah hampir frustasi gara-gara tugas kuliah…satu hal yang bikin aku banga kita masih bisa semangat terus,,saling support, n wis pokoknya nomer satu dech buat temen2 sekelas….kompaknya bikin aku kangen terus ma kalian semua…thanx ya rek bwt semua bantuannya…n buat temenku b**u yang harus ngelajutin study di PLN aku ma temen –temen kelas pasti kangen banget ma lucunya kamu…hiks..hiks.
Smoga Allah mengekalkan persahabatan ini bukan hanya selama 4 tahun masa study tapi sampai akhir masa nanti..Amin
“Ya Allah ,sesungguhnya Engkau mengetahui Hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Teguhkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Kekalkanlah cinta kasihnya Ya Robb, Wahai Dzat yang menguasai segala hati. Tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati kami dengan cahaya-Mu yang tak akan pernah hilang. Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakkal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan Ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu. Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong. “ Amin.
A friend is push when you’re stop
A word when you’re empty
A guide when you’re searching
A song when you’re alone
A smile when you’re sad
“Ya Allah hamba berlindung kepada engkau atas kelemahan diri hamba, atas khilaf hamba , atas kelalaian hamba. Atas segala fitnah. Ya Robb Ya ghaffar Ya Sami’u Ya Bashir hanya engkau yang maha mengetahui segala tindakan hamba ,Sayangilah hamba, tunjukilah dan terangilah jalannya Ya Robb Agar selalu menuju Keridhoan-Mu.Ya Ilahi hamba berserah diri atas segala hasil yang hamba peroleh di semester 6 ini, semoga hasil ini menjadi hasil terbaik yang Engkau Ridhoi untuk diri hamba”
Amien..(^_^)
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh mengarungi jalanan sepi
………………………………
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
Karena debu yang pasti kan hinggap
…………………………………………
tolong kasi comment or testi buat tulisan ini yach..its means a lot 4 me. thank you..bye2…wss
Uncategorized | Comment (0)8 kebohongan ibu selama hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah
malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata:”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu !”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
dikutip dari: www.firman-its.com
Uncategorized | Comment (0)don’t cry coz ALLAH luv U
SUDAH JANGAN
TANGISI APA YANG BUKAN MILIKMU
Dalam hidup
seringkali kita merasa kecewa .Bahkan kecewa sekali. Sesuatu yang
luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan tidak
sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh
semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menyesakkan jiwa.Dan
sunggguh beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa masih ada
setitik cahaya untuk merenungi kebenaran.Masih ada kekuatan untuk
melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-mjlis dzikir yang
memberi sedikit ketentraman jiwa.
Hidup
ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan .Dan
memang manusia diciptakan mempunyai keinginan dan kehendak.Tetapi
tidak setiap keinginan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa
tercapai .Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak
kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa
hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses , harus bahagia atau
harus lain-lain.
Betapa
banyak orang sukses lupa bahwa sejatinya itu semua titipan Allah
hingga membuatnya sombong da bertindak sewenang-wenang. Begitu juga
kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar.Padahal dimensi tauhid
dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak
kita.
Hakekat
kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita
.Apa yang menjadi jatah kita di dunia, entah itu jodoh , rizki,
jabatan ,kedudukan pasti akan ALLAH sampaikan. Tetapi apa yang
memang bukan milik kita ,ia tidak akan
bisa kita miliki, meski nyaris
menghampiri kita, bahkan meski kita mati-matian mengusahakannya.
” Tiada
suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan(tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum
Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
ALLAH.(Kami jelaskan yang demikian
itu) supaya kamu jangana berduka cita terhadap apa yang luput dari
kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang
diberikanNya kepadamu.Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong
lagi membanggakan diri.” (QS Al-Hadid :22-23)
Demikian
juga bagi yang risau terhadap jodoh .Kadang kita tak sadar mendikte
Allah tentang jodoh kita .Bukannya meminta yang terbaik dalam
istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah seolah-olah kita
lebih tahu siapa jodoh kita :pokoknya harus dia ya Allah harus dia.Ya
Allah harus dia karena aku sangat
mencintainya…hehehe..Lho..lho..lho..Seakan
kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa.Dan
akhirnya kalaupun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang
terbaik, bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan,
tapi melemparkannya dengan marah karena niat yang terkotori tadi.
Wahai jiwa
yang sedang gundah , dengarkan ini dari Allah: Boleh jadi kalian
membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kalian.Dan boleh jadi
kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian .Allah
maha mengetahui kalian tidak mengetahui (QS Al Baqarah 216).Maka
setelah ini wahai sahabat, jangan hanyut dalam sedih dan kecewa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput dari kamu.
Maka
Sudahlah jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu !!
Tulisan
ditulis ulang dari beberapa sumber dan saya
tujukan kepada salah seorang teman saya, semoga ALLAH juga selalu
memberikan HidayahNya bagi Saya dan Dia..Jazakumullah khairan to
sahabat2 akhwat UKKI atas supportnya selama ini. its means a
lot.Semoga bermanfaat.!!! Amin
TAK ADA
GADING YANG TAK RETAK
Dalam
kehidupan kita , seringkali kita mengagumi seseorang terlalu
berlebih-lebihan.Entah kagum dengan Ustadz, Dosen, artis ,teman
maupun orang –orang yang kita sayangi. Terkadang rasa kagum yang
sangat amat sangat tersebut seolah-olah menutupi segala kekurangan
seseorang yang kita kagumi.
Bila
kita memandang seseorang dari kesempurnaan dan kelebihannya maka
yang akan kita dapatkan hanyalah kekecewaan dan kesedihan semata dari
orang tersebut, karena pada kenyataannya kita kan menemui banyak
kekurangannya. ingatlah kawan bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini
yang sempurna , cukuplah ALLLAH SWT yang
maha sempurna.
Wahai jiwa
yang sedang mengagumi sesuatu, kagumilah sesuatu itu dari keburukan
,kejelekan dan segala kekurangan serta kelemahannya maka engkau tidak
kan pernah kecewa dan akan semakin terkagum-kagum bila mengetahui
sedikit kelebihan yang ALLAH berikan kepadanya.
”Ya
ALLAH aku jatuh Cinta”
Ya
Allah yang membolak-balikkan hati kami.…
Selama ini
aku tidak pernah tahu
Bagaimana
rasanya mencinta
Namun
aku berharap bila cinta hadir menyapaku
Aku tidak
akan kehilangan engkau
Ya Allah,
selama ini aku hanya berharap
Semoga bisa
mencintai
Orang yang
memiliki cinta yang luar biasa kepadaMu
Ya Allah,
selama ini aku juga berharap
Semoga bisa
dicintai
oleh orang
yang bisa mengarahkanku
menuju
keridhaan-Mu
pintaku ya
Allah,
izinkan aku
memiliki rasa ini
hingga ia
menjadi indah di dada kami
tanpa
mengurangi rasa cinta kami kepadaMu
Uncategorized | Comment (1)
24 januari 2008
Hadiah cinta seorang ibu
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan napasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!
Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.
“Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.
Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.
Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.
Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.”
Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”
Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah…. bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”
Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.
Hidup yang selalu diperiksa
post 24/01/08
Ada seorang anak dari teman saya, sudah setengah tahun lulus wisuda, tapi tidak pergi mencari kerja, dan waktu dia habiskan pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi.
Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut yang banyak putihnya teman saya dalam dalam dan berkata: “Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang”.
Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka.
Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung. Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira-kira tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, maka dia bisa menabung untuk keliling dunia selama 3 musim. Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang-matang dan secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan. Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi kepala insinyur/manajer teknik.
Ada suatu saat dia bercerita kepada saya dan mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup.
Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua. Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helicopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang. Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus. Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas dan garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak-anak srigala.
Dia dan temannya menghabiskan banyak sekali tenaga dan energi untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan dan mempertahankan hidupnya. Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala dan keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya.
Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba-tiba dia memperhatikan serigala tadi mulai menggoyang goyangkan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulai mendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini. Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang menjepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa anak-anaknya pergi, dengan sesekali memutarbalikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.
Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya dan berkawan? Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik dan menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama binatang.)
Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Pertama tama selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit dan mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain. Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan. Biarpun dia tidak pernah tahu peribahasa tionghua bahwa [memberi lebih berkurnia kebajikan daripada menerima], tetapi dia telah menjalankan kehidupan yang demikian.
Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.
Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya dan mencicipi kehidupan, niscaya dan percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup. (”Pengalaman yang Berguna Seumur Hidup” oleh Hung Lan, Head of Neurology Research Center, National Central University Taiwan)
Jangan Remehkan Perbuatan Baik yang Kecil
Post : 27/01/08
Seorang teman yang sangat menyukai musik pernah berkata, bahwa musik bisa membuat perasaan menjadi halus dan peka. Saya percaya dengan apa yang dikatakannya,karena saya melihat muka ramah dan ceria yang dimiliki Pianis Richard Clayderman atau Saxophonis Kenny G. Di foto-foto mereka kesan ramah dan bersahaja selalu melekat pada wajah mereka.
Tapi pandangan saya terhadap perkataan teman berubah setelah saya beberapa kali bertemu dengan guru piano murid saya. Kesan tidak ramah sudah saya rasakan pada saat pertemuan pertama, tapi berhubung saat itu sang guru piano sedang kewalahan menaklukan murid saya yang susah berkonsentrasi belajar jadi saya anggap sang guru tidak mempunyai waktu untuk memberikan air muka yang menyejukkan untuk menjawab salam saya. Tetapi pertemuan selanjutnya benar-benar meruntuhkan anggapan teman saya bahwa musik bisa membuat orang menjadi halus dan peka. Halus bagi saya sudah termasuk halus budi dan akhlak tentunya.
Dalam perjalanan pulang, saya menanyakan sikap guru piano kepada Pak Jam, supir pribadi murid yang selalu mengantarkan sepertiga perjalanan pulang saya, saya tanyakan hal itu karena saya takut ketidakramahan sikap guru piano hanya tertuju pada saya seorang, teryata Pak Jam mengamini bahwa sang guru piano memang seperti itulah keadaanya, susah senyum dan arogan.
Lalu saya teringat guru organ murid saya yang lain atau senior saya yang juga sama mengajar musik, ya saya ingat mereka juga berair muka sama.
Ah, saya salah jika saya menyalahkan anggapan teman saya di atas tentang musik. Tidak semua para pemusik seperti guru piano murid saya kan? Buktinya musisi kaliber dunia yang saya sebut di atas jauh dari kesan arogan. Juga teman saya yang musisi pun memang memiliki hati yang lembut dan murah senyum.
Saya pikir mungkin sang guru piano kurang menghayati, memahami dan menyerap inti dari musik yang dia mainkan selama ini, sehingga alunan-alunan nada yang dibawakannya tidak membekas dalam hatinya.
Tentu saja penghayatan, pemahaman, penyerapan inti dan yang tidak kalah pentingnya pengamalan sesuatu tidak hanya ditujukan bagi dunia permusikan saja, tapi juga dalam segala hal. Demikian pula dengan Islam. Islam bukanlah hanya sesuatu untuk dipelajari saja tetapi lebih untuk diamalkan.
Tidak jarang ketika saya bertemu dengan sesama muslim saya tersenyum dan mengucapkan salam hanya karena saya ingin menjalankan pesan nabi bahwa senyum itu sedekah, tapi sayang sekali balasan yang saya dapatkan bukanlah ucapan salam kembali. Ketika saya jalan berpapasan ada yang malah membuang pandangan, malah ada juga yang ketika melihat saya tersenyum, orang yang bersangkutan memperlihatkan muka heran. Mungkinkah karena pakaian muslimah saya yang berbeda yang menyebabkan saudara-saudara saya bersikap seperti itu?
Dilihat dari segi penampilan, seharusnya mereka lebih mengetahui bahwa keramahan adalah bagian dari akhlak Islam. Ada beberapa hadist yang menyebutkan tentang keutamaan akhlak. Dua hadist riwayat Bukhari Muslim, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang terbaik akhlak budi pekertinya”, “Sebaik-baik kamu ialah yang terbaik akhlak budi pekertinya”.
Betapa besar arti sebuah senyuman dan keramahan. Dari sebuah senyuman dan keramahan, seorang dokter bisa membantu mempercepat penyembuhan pasien, karena kondisi psikologis yang senang dan nyaman bisa mempercepat penyembuhan. Dari sebuah senyuman dan keramahan, seorang guru bisa membangkitkan semangat murid untuk belajar, karena dalam suasana hati yang senang biasanya otak seseorang bisa bekerja sehingga murid bisa belajar dengan relax tanpa adanya tekanan. Intinya, sebuah senyuman memberikan sejuta manfaat bagi orang yang menerimanya. Inilah makna dari hadist nabi “Jangan meremehkan perbuatan kebaikan sesuatupun, walau sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis.”
Kalau hanya dengan musik saja orang bisa bersikap lembut dan murah senyum, masa kita sebagai seorang muslim/muslimah tidak bisa membuat sikap akhlak yang kecil ini menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari?
Kan masih ada hari esok
Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia selalu menganggap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah kesukaannya.
Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.
Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang wanita yang sangat cantik dan baik. Wanita ini kemudian menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.
Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.
Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya. Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.
Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya.”
Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.
Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata “Aku cinta kamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya.
Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.
Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata kepadanya, “Ah, Andai saja aku menyadari ini dari dulu….” Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia dengan airmata di pipinya.
Apa yang saya ingin coba katakan pada Anda, waktu itu nggak pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari, Anda ternyata telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.
Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.
Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah meninggalkanmu.