Alhamdulillah semester 6 berakhir juga
Wuiiih, Thank you banget Ya Allah…akhirnya libur sudah di depan mata. masa-masa berat semester 6 berakhir juga sekarang tinggal tunggu babak baru semester 7 yang sepertinya akan lebih berat lagi, (semester 7 = semester pemanasan Tugas Akhir) tapi paling ga’ aq dah belajar banyak hal di semester 6 ya itung –itung buat persiapan, kan kalo ga ada masalah juga ga’ seru ,masalah kan sama dengan tantangan, n tantangan kan sama dengan pelajaran.So, makin banyak masalah aq jadi makin pinter dech….hehehe..Amin. Ada banyak hal di semester 6 yang very unforgetable for my life , saya coba tulisin disini sedikit pelajaran hidup ini biar bisa ke ingat terus n moga juga bisa diambil hikmah buat yang lain.
1.Awal semester mesti ngejar kekurangan ilmu jaringan komputer n mesti belajar sama yang lain, wah mesti sabar, melek’an, nge-lab, dicuekin, diejek n disuruh belajar ini itu sama senior n temen-temen yang memang lebih paham jaringan komputer. Alhamdulillah Sekarang sudah lumayan jaringan komputernya. Makacie banyak bwt temen –temen n para senior sudah mau berbagi ilmu. Sekalian sambil nambah ilmu aq juga bisa nambah sabar…Amin.
*****belajar dari pengalaman waktu bermain masa kecil, Mula-mula anak bawang , lalu diolok-olok bahkan dimusuhi tapi akhirnya kita yang jadi pemenang..horeeee
2.Tengah semester lebih banyak habisin tenaga n airmata…hiks..hiks. waktu dekat-dekat Ujian tengah semester, deadline pengumpulan judul tugas akhir, tugas-tugas kuliah n proyek tengah semester juga banyak, belum lagi ada beberapa amanah di LBB juga di kampus plus masalah di rumah, Sahabat kecilq mulai jadi boomerang (dari umur 13 th) agaknya beliau mulai ga’ betah sama semua kegiatanq n merasa di cuekin..aq sudah berusaha jelasin tapi sepertinya belum bisa bener-bener diterima. Kiriman email, testimonial di FS, sms-sms n dll yang q rasain seperti terror n ga sedikit habisin airmata mulai datang bahkan meski aq sudah minta maaf dan sudah berusaha baikan terror itu masih q rasain sampai sekarang.tapi gara-gara dia tinggalin aku sekarang jadi mandiri..hehehe.
Saya sudah berusaha lakukan yang terbaik pada setiap goresan tingkah laku yang saya lakukan namun bila memang masih terdapat kesalahan itu adalah kelemahan saya sebagai manusia biasa,saya kan berusaha perbaiki dan hasilnya saya serahkan pada ALLAH saja, karena hanya Dialah yang memiliki penghapus yang bisa menghapus dan membenarkan kesalahan saya.
Allah hanya memberikan saya hanya sekeping hati, Rugi sekali rasanya kalo sekeping hati ini sampai hancur karena saya buat membenci orang lain. So positive thinking aja.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan bakhil, dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang”
**Milikilah sebuah hati yang tak pernah membenci
Sebuah senyuman yang tak pernah pudar
Sebuah sentuhan yang tak pernah menyakiti
Dan kasih sayang yang tak kan pernah berakhir**
3.Di akhir semester, dengan face aku n teman-teman kelas yang sudah hampir frustasi gara-gara tugas kuliah…satu hal yang bikin aku banga kita masih bisa semangat terus,,saling support, n wis pokoknya nomer satu dech buat temen2 sekelas….kompaknya bikin aku kangen terus ma kalian semua…thanx ya rek bwt semua bantuannya…n buat temenku b**u yang harus ngelajutin study di PLN aku ma temen –temen kelas pasti kangen banget ma lucunya kamu…hiks..hiks.
Smoga Allah mengekalkan persahabatan ini bukan hanya selama 4 tahun masa study tapi sampai akhir masa nanti..Amin
“Ya Allah ,sesungguhnya Engkau mengetahui Hati-hati ini berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Teguhkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Kekalkanlah cinta kasihnya. Kekalkanlah cinta kasihnya Ya Robb, Wahai Dzat yang menguasai segala hati. Tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati kami dengan cahaya-Mu yang tak akan pernah hilang. Lapangkanlah dada-dada kami dengan kelimpahan iman kepada-Mu dan indahnya bertawakkal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan Ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam syahid di jalan-Mu. Engkaulah sebaik-baik pelindung dan penolong. “ Amin.
A friend is push when you’re stop
A word when you’re empty
A guide when you’re searching
A song when you’re alone
A smile when you’re sad
“Ya Allah hamba berlindung kepada engkau atas kelemahan diri hamba, atas khilaf hamba , atas kelalaian hamba. Atas segala fitnah. Ya Robb Ya ghaffar Ya Sami’u Ya Bashir hanya engkau yang maha mengetahui segala tindakan hamba ,Sayangilah hamba, tunjukilah dan terangilah jalannya Ya Robb Agar selalu menuju Keridhoan-Mu.Ya Ilahi hamba berserah diri atas segala hasil yang hamba peroleh di semester 6 ini, semoga hasil ini menjadi hasil terbaik yang Engkau Ridhoi untuk diri hamba”
Amien..(^_^)
Sekeping hati dibawa berlari
Jauh mengarungi jalanan sepi
………………………………
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang menatap
Karena debu yang pasti kan hinggap
…………………………………………
tolong kasi comment or testi buat tulisan ini yach..its means a lot 4 me. thank you..bye2…wss
Uncategorized | Comment (0)8 kebohongan ibu selama hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sendokku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah
malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata:”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu !”
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
dikutip dari: www.firman-its.com
Uncategorized | Comment (0)