Sungguh Hamba Malu

January 24th, 2009

Hamba malu menghadap padaMu karena masih kurang langkahku padaMu.
Hamba malu mengharap cintaMu karena masih sedikit cintaku padaMu.
Hamba malu mengharap surgaMu karena masih sesat aku dijalanMu
Hamba malu ungkapkan terimakasih padaMu karena masih kurang sujudku sebagai hambaMu
Hamba malu mohon ampunanMu karena masih ada hawa nafsuku dekati laranganMu
Hamba malu ungkapkan perasaanku padaMu karena masih lalai dzikirku padaMu

Allah..

Tak pantas hamba berharap surga-Mu

Namun tak sanggup bila hamba harus ke neraka-Mu

Dosa-dosaku bagai butir pasir di pantai

dan hanya Engkau Ya Robb yang mampu menyapunya

Allah..

Ampunilah dosa hamba dan terimalah taubat hamba

Amin..

Akhir Yang Berbeda

December 27th, 2008

Dari Seorang Sahabat

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk
bekerja…
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan  ini…

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan
kesempatan membaca email ini.

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah
lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau
kapan kedatangannya.
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan
kematian akan menjemput kita???

berikanlah waktu anda dan bacalah
sampai habis, semoga
dapat
menjadikan
hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal
menunggu waktunya,

semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah….
amien….

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
dalam lingkungan yang baik. Aku
selalu
mendengar doa ibuku saat pulang
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam
shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,
apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

“Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu… benar- benar
mengherankan!

“Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan
orang mukmin dan itulah
shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk
munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku
tumbuh
sebagai pemuda
yang
matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat
selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari
pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung
beban sebagai
orang
terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an.  Tak ada lagi
suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup
sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku
ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol… Di samping
menjaga keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan
bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan
tugas-tugasku dengan
semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian … banyak waktu

luang …
pengetahuanku
terbatas.

Aku mulai jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku
sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan
orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari
terjadilah sebuah
peristiwa yang
hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos
jalan.

Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan
yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil
bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh
tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya
segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami
cepat-cepat menuju
mobil

satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas
dengan amat mengerikan.

Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.
Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah
“Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah ..” perintah temanku.
Tetapi
sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur
lagu-lagu.
Keadaan itu membuatku merinding.

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…

Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah
menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti
ini.

Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan
syahadat.

Tetapi …. keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya … Suara lagunya terdengar semakin melemah … lemah
dan lemah sekali. Orang pertama
diam, tak
bersuara
lagi, disusul orang
kedua.

Tak ada gerak …. keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa
mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening…

Kesunyian pecah ketika temanku
mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat
kematian dan su’ul khatimah
(kesudahan
yang buruk).

Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya
selama di dunia.

“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang
diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana
seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya
secara
lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang
kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat
bahwa
kami sedang
membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa
ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat
khusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
pada kebiasaanku semula … Aku seperti tak
pernah menyaksikan apa yang
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu.
Tetapi
sejak
saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya
lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua
orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian
menakjubkan kembali
terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai
mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya
untuk mengganti ban
yang
kempes. Ketika ia
berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,
tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah
belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada
peristiwa pertama
cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami
menghubungi rumah
sakit
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya
begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,
sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika
kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang
keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci
Al-Qur’an… dengan suara amat lemah.

“Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat
melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an ? Darah mengguyur
seluruh
pakaiannya,
tulang-tulangnya patah, bahkan ia
hampir mati. Dalam kondisi
seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya
yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu.
Dalam batin aku bergumam
sendirian “Aku akan menuntunnya membaca
syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi
aku sudah punya
pengalaman.” aku meyakinkan
diriku sendiri. Aku dan
kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang
merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat.
Kepalanya
terkulai, aku melompat ke belakang.

Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.
Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya
lekat-lekat, air
mataku
menetes, kusembunyikan tangisku, takut
diketahui kawanku.

Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak
kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus
menangis air mataku deras mengalir.
Suasana dalam mobil betul-betul
sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di
sana, kami mengabarkan perihal kematian
pemuda itu dan
peristiwa
menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit
yang meneteskan air mata.

Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk
tidak beranjak sebelum
mengetahui secara pasti kapan jenazah akan
dishalatkan. . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah.
Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah
seorang petugas rumah
sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
mengantar
jenazah hingga ke rumah keluarganya. ..

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya
almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia
lakukan
setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda,
anak yatim dan orang-orang miskin.

Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras,
gula,
buah-buahan dan
barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa
membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk
dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa
permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya
ada
satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi
kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa
dan
pertaubatan.

Hari ini, semoga
masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan
amal-amal yang
nyata : “memperbaiki diri dan mengajak orang lain ”

Allah Swt berfirman:  ”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh
ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang
memperdayakan. ” (QS.
Al-Imran:185)

Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang
lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.”

Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita
menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah
SWT.

Orang yang
cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian
dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan
persiapan
untuk menghadapinya.

Note : amalkan
ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang
terus mengalir
walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.

Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau
tidak menyangka mati
itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau
mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu
berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia
akan menolak
dan merasa berat untuk
mengerjakan ketaatan.

Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku
seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian,

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS
AL-JENAZAH  AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam
ini, ia ibarat penerbangan ke
sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur
penerbangan,
tetapi melalui  Al-Qur’an dan Al-Hadist..
Di mana
penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines,
atau US
Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak
lebih dan tak kurang.
Di
mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan
tetapi kain kafan  putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau
American,
tetapi
Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi
‘Laailaahaillallah’
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar
kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara
Cengkareng, Heathrow Airport
atau
Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana
ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang
2×1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka
hanya memeriksa
apakah kita layak ke  tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana
lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya
atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu
bimbang.
Sajian tidak akan
disediakan, oleh
karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan  tiba tepat pada masanya.

Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda telah
hilang selera bersuka
ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di
booking sejak
ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.

YA!BERITA BAIK!! Jangan
bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan
ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang
tanpa ‘Pemberitahuan’ .
Cuma perlu ingat!! Nama anda  telah tertulis dalam tiket untuk
Penerbangan. …
Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu
‘Alallah, atau ungkapan selamat  jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi
Rajiuun….
Anda berangkat
pulang ke Rahmatullah. Mati.

ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
‘Orang yang cerdas adalah  orang yang mengingat kematian. Karena dengan
kecerdasannya dia akan  mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. ‘

ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita
beserta keluarga…

Amiin

WALLAHU A’LAM

Catatan:
Penerbangan
ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka
perbekalan lebih
baik dipersiapkan sejak dini….. sangat tidak bijak
dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda
mempersiapkan perbekalannya.

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal
yaitu:
1.      Keluarga
2.      Hartanya
3.       Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1.      Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2.      Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan
Jasad…Terdengarla h Suara Dari
Langit
Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang
Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang
Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang
Telah
Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia
Yang Telah
Menguburmu.”
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. .
Terdengar Dari Langit Suara
Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat,
Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini
Bungkam Tak
Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari
Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak
Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan… Suara Dari Langit Terdengar Memekik,”Wahai
Fulan Anak
Si Fulan
Berbahagialah Apabila
Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan
Anak Si Fulan…
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya

Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh
Pertanyaan.”

Ketika MayatDiusung. … Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai
Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali
Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan
Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan. …Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di
Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika
MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara
Memekik Dari
Langit,”Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si
Fulan….
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau
Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam
Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam
Seribu
Bahasa.”

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian… Allah Berkata
Kepadanya, “Wahai Hamba-Ku….
Kini
Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada
Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,….
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu

Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada
Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam
Jannah-Ku”

Anda Ingin Beramal
Shaleh…?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda
Kenal…!!!Semoga
Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi
kita dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat
mati (maut)
dan
dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda “wakafa bi almauti
wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin…..

Kuku, gigi dan wanita

November 9th, 2008

Cinta laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan, sayangnya, rentan. Sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi.

Perumpamaan di atas terilhami melalui sebuah dialog dalam adegan film Bulan Tertusuk Ilalang karya Garin Nugroho. Betapa menakjubkan. Dan kalimat itu mengingatkan saya pada kenangan tentang sahabat saya dan mamanya ketika masa-masa SMP-SMU dulu.

Kala itu, nyaris setiap hari saya main ke rumahnya yang jauh di selatan kota. Saya tahu dia anak orang kaya. Papanya, pimpinan sebuah instansi pemerintah terkemuka di kota saya, dan mamanya adalah ibu rumah tangga biasa. Saya tak heran mendapati barang-barang bagus dan bermerk di rumahnya yang masih dalam tahap renovasi. Sofa yang empuk, televisi yang besar. Saya hanya bisa berdecak kagum sekaligus iri.

Tapi, lama-lama saya menyadari bahwa isi rumah itu makin kosong dari hari ke hari. Perabotan yang satu per satu lenyap dan televisi yang “mengkerut” dari 29 inchi ke 14 inchi. Perubahan paling mencolok adalah wajah mama sahabat saya. Suatu saat ketika ia berbicara, tak sengaja saya dapati bahwa mama sahabat saya itu kini ompong! Kira-kira 2-3 gigi depannya hilang entah kemana.

Saya tak berani, lebih tepatnya tak tega, untuk bertanya. Saya juga tak mau tergesa-gesa mengambil kesimpulan sendiri. Yang jelas, sebuah suara, jauh di lubuk hati saya bergema: “Sesuatu yang buruk telah terjadi di rumah itu!” Benarlah, tanpa diminta akhirnya sahabat saya datang berkunjung ke rumah. Setengah berbisik, manahan tangis,ia bercerita bahwa papanya selingkuh dengan perempuan lain dan karenanya, nyaris tak pernah pulang ke rumah. Dan ini bukan main-main, perempuan itu hamil dan menuntut pertanggung jawaban papanya.

Dengan emosi ia bercerita bahwa papanya mengajaknya ke rumah perempuan itu dan meminta sahabat saya untuk memanggilnya dengan sebutan “Mama”. Sebuah permintaan menyakitkan yang langsung ditolak mentah-mentah oleh sahabat saya. “Mamaku cuma satu!” tangkisnya tegar saat itu. Dan misteri tentang gigi mamanya yang tiba-tiba ompong, barang-barang mewah dan perabot yang satu per satu menghilang dari rumahnya pun terkuak sudah. Semuanya adalah akibat ulah papanya jua.

Dan setengah frustasi ia mengadu pada saya bahwa ia harus menanggung semua beban berat itu sendirian karena kakak satu-satunya yang kuliah di luar kota tak peduli dan tak mau memikirkan masalah itu. Mamanya pun “yang lemah lembut” tak bisa berbuat banyak dengan kelakuan suaminya. Ia cuma bisa pasrah, gigi yang ompong itu buktinya. Dan saya? Hanya doa dan motivasi yang bisa saya berikan agar sahabat saya itu tabah dan tak putus berdoa.

Toh sekarang, setelah lama peristiwa itu berlalu, doa sahabat saya pun dijawab oleh Tuhan. Ketika itu menjelang kelulusan SMU, ia bercerita pada saya bahwa papanya sudah “sembuh”, bertobat, dan kembali ke pangkuan istri dan anak-anaknya. Nasib the other women itu entah bagaimana. Sampai di sini persoalan beres. Dan saya takjub mendengarnya, senang sekaligus heran.

Bagaimana mungkin masalah pelik ini bisa selesai semudah itu? Nurani keadilan saya berontak. Saya tak habis pikir, betapa mudahnya mama sahabat saya itu memaafkan dan menerima kembali suaminya setelah semua yang dia lakukan. Lelaki itu tak cuma berkhianat, tapi juga menyakiti fisiknya, merontokkan gigi-gigi depannya, tak menafkahi anak-anaknya dan nyaris mengosongkan isi rumahnya. Dan ia memaafkannya begitu saja?! Sebuah kenyataan yang ternyata banyak juga saya temui di masyarakat kita. Perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga yang bisa diselesaikan dengan mudah, hanya dengan kata maaf. Mungkin inilah yang disebut orang sebagai “CINTA”

Papa sahabat saya adalah laki-laki dengan cinta sebesar gunung, dan ketika ia meletus, laharnya meluap ke mana-mana, menghanguskan apa saja, melukai fisik dan terutama hati dan jiwa istri dan anak-anaknya.

Mama sahabat saya adalah perempuan dengan cinta sebesar kuku. Memang cuma seujung jari, tapi cinta itu terus tumbuh, tak peduli jika kuku itu dipotong, bahkan jika jari itu cantengan dan sang kuku terpaksa harus dicabut, meski sakitnya tak terkira, kuku itu akan tetap tumbuh dan tumbuh lagi.

Sebuah cinta yang mengagumkan dari seorang perempuan yang saya yakin tak cuma dimiliki oleh mama sahabat saya itu. Cinta yang terwujud dalam sebuah tindakan agung: “Memaafkan”. Sebuah tindakan yang butuh kekuatan besar, butuh energi banyak, yang anehnya banyak dimiliki oleh makhluk (yang katanya) lemah, bernama perempuan.

Waktu terus berjalan, pengalaman yang sangat menarik sekaligus pelajaran berharga buat saya sehingga saya bisa sedikit belajar agar berhati-hati dengan para lelaki apalagi lelaki yang bertitle “ABC” alias Alligator, Buaya, Crocodile…heheheJ seminggu bilang sangat mengenal kita, seminggu bilang cinta, seminggu bilang benci, seminggu bilang putus, seminggu bilang sdah punya cewek lain, seminggu bilang maw balik lagi, balik lagi bilang cinta, balik lagi bilang benci, balik lagi bilang putus..terusin sendiri coz mbulet mikirnya.hwahahaha…lucu banget kan!!! So sebagai cewek we must selective to choice who became our prince…

kalo cinta ya langsung nikah aza..ngapain lama2 daripada ktemu ma ABC..hehehe

Smoga bisa diambil hikmah dan menjadi instropeksi buat diri kita masing-masing n mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada yang tersinggung. Plizzz maafin y n jangan lupa biz baca kasi komentar..thanx friend..luv u.

take it easy !!!

November 8th, 2008

“Ya Allah, ya Tuhanku, hanya Engkaulah yang tahu tentang keadaan hatiku yang sebenarnya, Ya Allah, ku mohon, jadikanlah aku orang yang sabar, agar aku bisa melalui ini dengan baik. Ya Allah, ya Tuhanku , aku bersyukur atas musibah ini, karena Engkau telah beri aku nikmat yang banyak…….maka nikmat Engkau yang mana lagi yang hendak saya dustakan ??”

30 rahasia wanita

October 26th, 2008
Bila seorang wanita mengatakan dia lagi sedih, tetapi dia tidak menitiskan airmata, itu bermakna dia sedang menangis di dalam hatinya.
Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya dan hanya terdiam, lebih baik berikan dia kesempatan untuk menenangkan hatinya sebelum kamu mengucapkan maaf.
Wanita sulit mencari benda yang paling dia benci terhadap orang yg paling dia sayangi
Bila wanita jatuh cinta dgn sorang pria, pria itu akan selalu ada di fikirannya walaupun ketika dia sdg keluar dengan pria lain.
Bila lelaki yang dicintainya menatap tajam ke dalam matanya, dia akan cair seperti coklat!!
Wanita selalu menyukai pujian tetapi selalu tidak selalu mengetahui bagaimana menerima pujian.
Jika kamu tidak menyukai wanita yg menyukaimu setengah mati, tolaklah cintanya dengan lembut, janganlah kasar sebab ada satu semangat dlm diri wanita yang anda tidak ketahui kalau dia membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja bahkan hal yang menrut anda mustahil sekalipun.
Kalau dia menjauhkan diri darimu setelah kau tolak cintanya, biarkan dia sebentar. Seandainya kau masih ingin menganggap dia sebagai seorang sahabat, cobalah menyapanya perlahan-lahan.
Wanita suka mengexpresikan apa yang mereka rasa. Musik, puisi, lukisan dan tulisan adalah cara termudah meluapkan isi hati mereka.
Jangan beritahu pada wanita secara langsung kalau kau tak menyukainya lagi.
Sikap yang terlalu serius dapat mematikan mood wanita tapi sikap yang tidak pernah serius akan membuatnya tidak akan pernah mempercayai anda meskipun anda sangat-sangat serius.
Saat pertama kali pria yang dicintainya diam-diam memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telefon,maka wanita akan bersikap cuek seperti biasa aja, tetapi setelah gagang telepon diletakkan, dia akan menjerit heboh lalu tidak sampai sepuluh menit, semua teman-temannya akan mengetahuinya.
Sebuah senyuman dan sms memberi seribu arti bagi wanita. Jadi jangan senyum dan sms sembarangan dan jangan pula memberi respon yang sembarangan.
Jika kamu menyukai sorang wanita, cobalah awali dengan persahabatan. Kemudian biarkan dia mengenalimu dengan lebih mendalam.
Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan saja dulu ia, karena dia memang tidak berminat denganmu.
Tapi jika pada saat yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilanmu, teruskan usahamu untuk memikatnya.
Jangan sok tau apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!
Setelah sorang wanita jatuh cinta,dia akan sering menanyakan kenapa aku tidak menemukan lelaki ini lebih dahulu?
Kalau kamu masih mencarii cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang wanita, cubalah cari di buku-buku ttg cinta.
Setelah foto berdua, maka yang dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah hatinya, kemudian barulah dirinya sendiri.
hanya ada satu lelaki yang dicintainya yang berada di tempat teristimewa yaitu di hatinya!!
Sekali mengatakan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.
Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasakan dan dilaluinya.
Wanita paling benci lelaki yang pura-pura baik dengannya hanya gara-gara ingin mendekati temannya yang paling cantik.
Cinta artinya kesetiaan, kejujuran dan kebahagiaan tanpa ada kompromi.
Semua wanita menginginkan sorang lelaki yang mencintainya sepenuh hati….
Senjata wanita adalah airmata!!
Wanita menyukai sesekali orang yang disayanginya memberikan kejutan untuknya (hadiah, bunga atau sekedar kartu ucapan cinta). Mereka akan merasa terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai sepenuh hati. Dengan demikian dia tak akan meragukanmu.
Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang peduli dan baik terhadapnya. Jadi, kalau ingin memikat wanita pandai-pandailah…
Sebenarnya sangat mudah mengambil hati wanita karena apa yang dia inginkan hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh hati”
wanita baik2 tidak akan pernah tertarik oleh kekayaan dan ketampanan..jadi jangan dekati wanita dengan senjata itu coz pasti akan sia2..wanita cuma butuh dia aman ketika berada di sampingmu..
source di edit kembali dari badzhingan.wordpress.com

tanpa syarat/kriteria

October 20th, 2008

Robbana hablana min azwajina wa durriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqina imama.. Amin

qurrota a’yun = penentram hati

“Ya Allah, saya memohonkan pilihan menurut pengetahuanMu dan memohonkan penetapan dengan kesuasaanMu juga saya memohonkan kurniaMu yang besar, sebab sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan saya tidak mengetahui apa-apa. Engkau Maha Mengetahui segala yang ghaib. Ya Allah, jikalau di dalam ilmuMu bahawa urusan saya ini……..baik untukku dalam agamaku, kehidupanku serta akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku dan mudahkanlah serta berikanlah berkah kepadaku di dalamnya. Sebaliknya jikalau di dalam ilmumu bahwa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupan serta akibat urusanku, maka jauhkanlah hal itu daripadaku dan jauhkanlah aku daripadanya serta takdirkanlah untukku yang baik-baik saja dimana saja adanya, kemudian puaskanlah hatiku dengan takdirMu itu.”

Ramadhan 1429H tlah usai

October 5th, 2008

stiap hari tiap waktu kita kumpulkan mutiara-mutiara kebaikan d bulan seribu kebaikan

pada akhirnya kita akan untai mutiara-mutiara itu menjadi perhiasan yang sangat indah yang akan dikenakan oleh pemiliknya

semoga keindahan untaian mutiara-mutiara itu akan tetap bersinar hingga Ramadhan 1430H tiba dan kita akan memanen dan menguntai mutiara-mutiara itu kembali.

Maaf dan memaafkan tetap tak kan dapat merubah masa lau tapi itu dapat memperindah masa depan.

Taqobbalallahu minna waminkum, Syiamana wa syiamakum, Taqobbal ya kariim

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

- vebry -

CINTA SEORANG IBU part2

September 29th, 2008

> CINTA SEORANG IBU
> [Author : unknown]
>
> Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah
> tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
>
> Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.
>
> Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak
> satu-satunya.
>
> Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka
> mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
>
> Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang,
> Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :
> “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya
> tidak berbuat dosa lagi
>
> Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat
> sebelum aku mati”
>
> Namun semakin lama si anak semakin larut dengan
> perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk
> penjara karena
> kejahatan yang dilakukannya
>
> Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa,
> namun malang dia tertangkap
>
> Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan
> dijatuhi hukuman pancung
>
> pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan
> dilakukan
> keesokan hari
>
> di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng
> berdentang menandakan pukul enam pagi
>
> Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu
>
> dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa
> berlutut kepada Tuhan
>
> “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua
> ini yang
> menanggung dosa nya”
>
> Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon
> supaya anaknya dibebaskan
>
> Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani
> hukuman
>
> Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah
>
> Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan
> akhirnya dia tertidur karena kelelahan
>
> Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
>
> Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan,
> rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut
>
> Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak
> sudah pasrah dengan nasibnya
>
> Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan
> tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya
>
> Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
>
> Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga
> berdentang
>
> sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik,
>
> akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng
> datang
>
> Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik
> tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
>
> Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali
> lonceng itu mengalir darah
>
> Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu
> diikat
>
> Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan
> saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber
> darah
>
> Tahukah anda apa yang terjadi?
>
> Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua
> dengan kepala hancur berlumuran darah
>
> dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan
> lonceng tidak berbunyi,
>
> dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di
> dinding lonceng
>
> Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk
> dan meneteskan air mata
>
> Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya
> yang sudah diturunkan
>
> Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya
>
> Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah
> memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng
>
> Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman
> pancung anaknya
>
> Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya
>
> Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh
> hidupnya.
>
> Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing
> selagi kita masih mampu
>
> karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di
> dunia ini
>
> Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita…
>
> Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang
> tidak bisa dinilai dengan apapun
>
> There is a story living in us that speaks of our place in
> the world
>
> It is a story that invites us to love what we love and
> simply be
> ourselves
>
> Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan
> Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa
> muda yang
> abadi
> Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan
> Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber
> kebijaksanaan
> Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak
> istimewa
> yang diberikan Tuhan
> Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju
> kebahagiaan
> Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang
> menggetarkan hati
> Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa
> berarti
> Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
>
> Ambillah waktu utk beramal, itu adalah kunci utk menuju
> surga
>
> Gunakah waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa
> diputar
> kembali
>
> Jika kamu menyayangi Ibumu, “FORWARD” lah
> Email ini kepada sahabat-sahabat anda.
>
> SEBERAPA DALAM KAMU MENCINTAI IBUMU ???? mother is the
> best super hero
> in the world.
>

just a dream

September 20th, 2008

wuih …… bener2 beban berat ditahun-tahun terakhir kuliah ini.

semua impian ini memang seperti mimpi dan mungkin hanyalah mimpi.

karena mimpi hanyalah mimpi……………………!!!!!!!!!

mimpi tentang hidup dan cinta…..

hidup yang indah dan cinta yang sederhana.

sedang yang saya punya hanya upaya dan upaya…..

akan mimpi - mimpi yang jadi nyata..

semoga..

amin.

welcome Ramadhan

August 21st, 2008

Ramadhan tahun lalu, teramat banyak menu tersaji di meja makan, baik saat sahur, terlebih saat berbuka. Tidak sedikit sisa makanan sahur yang terbuang ke tempat sampah di pagi hari. Begitu juga setumpuk makanan yang tak mampu lagi tertampung di perut usai berbuka. Padahal, di luar sana jutaan anak yatim menangis menahan lapar mereka. Antrian pengemis dan kaum fakir menadahkan tangan meski kadang hanya lelah yang didapat. Sama dengan kita, mereka pun berpuasa. Bedanya, tak ada makanan untuk sahur maupun berbuka. Karena puasa bagi mereka, tak hanya di bulan ramadhan. Sepanjang tahun mereka lakukan hal yang mungkin hanya sebulan kita menjalaninya.

Sepanjang Ramadhan tahun lalu, banyak ibadah yang kita kerjakan. Banyak sudah doa yang terajut, untaian pinta yang terukir, air mata yang tumpah di setiap sujud dan panjang rakaat sholat kita. Sama dengan kita, di luar sana, jutaan fakir miskin tak henti berdoa berharap derma dari yang peduli. Sepanjang tahun kita hanya khusyuk berdoa, namun tanpa tangan yang terhulur menjawab pinta kaum fakir.

Di hari-hari terakhir Ramadhan tahun lalu, langkah-langkah kaki kita memenuhi pusat perbelanjaan untuk menyambut hari raya penuh ceria. Butuh waktu berhari-hari untuk menyambangi beberapa pusat perbelanjaan, teramat banyak peluh yang menetes untuk menjinjing hasil buruan berjam-jam di pusat perbelanjaan. Di hari-hari yang sama pula, kaki-kaki kaum dhuafa memenuhi pusat perbelanjaan. Bukan untuk berbelanja, mereka hanya singgah di emperan pertokoan sambil mengiba berharap kasih sayang. Berkaca mata mereka menyaksikan tawa riang orang-orang keluar masuk toko. Pilu hati mereka menatap jinjingan yang dibawa setiap orang yang keluar toko. Sesekali sepasang matanya singgah di baju lusuh yang kotor dan beraroma tak sedap yang mereka kenakan.

Usai sholat Id tahun lalu, aneka makanan berbagai bentuk dan warna. Beragam minuman aneka rasa menghiasi meja tamu dan meja makan kita. Ketupat, rendang daging, dan berbagai sajian khas lebaran siap terhidang. Untuk orang rumah, juga untuk tamu. Tapi tak ada makanan yang sengaja disiapkan untuk dikirim ke panti anak yatim. Apalah lagi membuka pintu untuk kaum fakir dan menyediakan meja untuk mereka bersantap.

Saat seluruh keluarga berkumpul, merasakan hangatnya silaturahmi yang terjalin indah, ada segepok uang yang kita bagi-bagikan kepada anak-anak, keponakan, cucu, atau pun anak-anak kerabat yang datang. Padahal di depan pagar rumah kita, berpuluh pasang mata menatap iri bermimpi mendapat santunan. Kata “maaf” atau sekadar uang kecil menjadi alat pengusir tamu-tamu tak diundang itu.

Di hari raya tahun lalu, ada tangan lembut yang kita kecup. Begitu juga tahun ini, ibu dan ayah manis duduk menanti antrian anak-anaknya bersimpuh meminta keridhaan. Satu persatu dari yang tertua hingga si bungsu menyalami dan mencium ibu dan ayah mereka. Tak jauh dari tempat kita, anak-anak yatim piatu di rumah panti menatap kosong pintu tempat tinggal mereka. Tak ada yang datang bersilaturahim, membawakan makanan kecil atau ketupat. Dan yang pasti, tak ada tangan-tangan lembut yang mereka kecup untuk dimintai keridhaannya. Sebagian mereka, bahkan tak pernah tahu sosok mulia yang melahirkannya.

Ramadhan tahun ini, mestinya kita lebih peduli. Agar ada secercah senyum terukir di wajah mereka. Semoga.

From :eramuslim

Bagi semua mahasiswa PENS yang ingin bergabung dengan saya sedikit merasakan nikmatnya berbagi bersama adik2 yatim piatu di Program Kakak Asuh UKKI-PENS ITS Bisa kirim email di dheve_89@yahoo.com….